Elevating Heritage: Transformasi Deppa Tori/Deppa Tettekang Menjadi Oleh-oleh Premium yang Otentik

Transformasi Kemasan Deppa Tori/Deppa Tettekang

Analisis Komparatif Perancangan Identitas Visual

Latar Belakang

Filosofi Deppa Tori/Deppa Tettekang

Deppa Tori atau dikenal juga sebagai Deppa Tettekang adalah camilan tradisional legendaris yang berasal dari Kabupaten Tana Toraja dan Enrekang, Sulawesi Selatan. Camilan ini terbuat dari perpaduan tepung beras dan gula merah yang digoreng hingga memiliki tekstur kenyal dan renyah dengan aroma wijen yang khas. Keberadaannya seringkali menjadi simbol penyambutan tamu dan teman setia saat meminum kopi Toraja. Namun, tantangan utama produk lokal seringkali terletak pada "kemasan narasi" yang gagal mengomunikasikan kualitas rasanya kepada audiens modern.


Urgency

Mengapa Memilih Deppa Tori?

Saya memilih produk ini karena ingin mengangkat potensi kuliner lokal yang memiliki nilai budaya tinggi namun sering terhambat oleh kemasan yang kurang menarik. Selain itu, adanya masalah nyata berupa tekstur yang mudah hancur dan cepat melempem menjadi dorongan utama bagi saya untuk menciptakan solusi desain yang lebih fungsional, protektif, dan memiliki daya saing premium di pasar modern.

Before

Kemasan Lama

  • Desain masih sederhana dan kurang menarik
  • Belum mencerminkan budaya lokal
  • Kurang kuat secara branding
  • Kurang menarik sebagai oleh-oleh
Pada fase awal, desain kemasan lama cenderung bersifat fungsional semata tanpa mempertimbangkan aspek emosional konsumen. Penggunaan plastik transparan sederhana tanpa tipografi yang terencana membuat produk ini kehilangan daya saing di rak ritel modern. Secara visual, tidak ada elemen yang mampu bercerita tentang asal-usul atau keunikan Deppa Tori, sehingga ia sering dipandang sebagai komoditas pasar rendah (low-commodity) daripada sebuah warisan kuliner yang patut diapresiasi.


Process

Pendekatan Perancangan

  • Empathize: Awalnya saya memulai proses ini dengan mengamati perilaku konsumen sekaligus merefleksikan pengalaman pribadi saat mengonsumsi Deppa Tori. Saya menyimpulkan bahwa meskipun produk ini banyak digemari dan diminati sebagai oleh-oleh khas dari Enrekang dan Toraja, namun beberapa konsumen seringkali merasa kurang praktis saat membawanya dikarenakan penggunaan kemasan plastik biasa yang membuatnya mudah hancur dan rentan melempem (kehilangan kerenyahannya) jika tidak segera dipindahkan ke wadah lain.
  • Define: Dari pengamatan tersebut, saya merumuskan masalah utama yaitu "Bagaimana cara meningkatkan nilai jual Deppa Tori melalui kemasan yang mampu menjaga kerenyahannya dan keutuhan fisik produk, namun tetap terlihat sebagai oleh-oleh modern?" Fokus utama ialah dengan mengatasi kemasan plastik mika yang kurang memberikan kesan perlindungan secara maksimal.
  • Ideate: Untuk mengatasi tantangan tersebut, saya menyimpulkan beberapa gagasan:
    - Material Kedap Udara: Menggunakan kemasan standing pouch dengan fitur ziplock untuk mencegah udara masuk agar kue tidak mudah melempem. - Ketahanan Fisik: Memilih bahan yang lebih tebal dan kokoh untuk meminimalisirkan guncangan agar tekstur kue tidak mudah hancur. - Identitas Visual: Menambahkan label dengan motif etnik Toraja/Enrekang untuk memperkuat kesan premium dan asal-usul produk.
  • Prototype: Saya mewujudkan ide tersebut dalam bentuk prototipe kemasan standing pouch yang dilengkapi dengan fitur ziplock. Perubahan signifikan terlihat pada proteksi ganda yang diberikan. Selain menjaga tekstur kue agar tetap utuh, kemasan ini memastikan produk tetap kedap udara sehingga kerenyahannya lebih lama terjaga dibanding kemasan plastik mika biasa.
  • Test: Tahap akhir ialah melakukan pengujian yang difokuskan pada dua aspek utama yaitu, durabilitas fisik untuk memastikan kue tidak mudah hancur, serta fungsi kedap udara dari fitur ziplock untuk mencegah produk melempem.
<
After

Kemasan Baru

  • Desain lebih modern & premium
  • Warna earthy tone (coklat & hangat)
  • Motif budaya lebih kuat
  • Material kraft ramah lingkungan
Transformasi desain baru menghadirkan lompatan paradigma dari "kemasan plastik" menjadi "media bercerita". Dengan mengadopsi earthy tones yang merepresentasikan warna asli gula merah dan kematangan tekstur, kemasan ini menciptakan koneksi instan dengan persepsi rasa. Integrasi motif etnik Toraja yang disederhanakan secara modern memberikan identitas kultural yang kuat tanpa terlihat kuno. Penggunaan material kraft tidak hanya mendukung tren ramah lingkungan, tetapi juga memberikan tekstur fisik yang premium, meningkatkan posisi tawar produk sebagai buah tangan eksklusif yang memiliki nilai intelektual dan artistik.

Kesimpulan

Melalui metodologi Design Thinking, perubahan kemasan ini membuktikan bahwa estetika visual dan kedalaman budaya dapat berjalan beriringan untuk menciptakan nilai ekonomi baru bagi produk tradisional Indonesia.

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama

Ide Bisnis